Kisah Nyata: Jangan Sebut Aku Pelakor





Sesudah suamiku wafat sebab sakit jantung, saya pilih hidup untuk singgle parent, membesarkan ke-3 putra ku. Anakku yang pertama kelas tiga SMA, anak yang ke-2 kelas tiga SMP serta putra ku yang ke-3 kelas satu SD.
Tengah April 2018 ( waktu itu tahun keempat sesudah wafatnya suami ku), tanpa ada menyengaja saya berjumpa dengan bekas kekasihku waktu SMA, saya berjumpa dengan Hendra dalam suatu Bank, waktu itu Hendra sedang mengatur administrasi pensiunan orangtuanya, saya sedang ambil upah bulanan dari uang pensiunan mendiang suami ku.

Tatap muka tanpa ada menyengaja itu membuat saya serta Hendra kembali lagi dekat, sesudah sama-sama memberi contact smartphone semasing, kami seringkali melakukan komunikasi serta seringkali sebatas ngopi di caffe.

Saya tahu Hendra telah punyai seorang Istri serta 3 orang putri, tetapi cinta yang sempat ada antara kami, tanpa ada kami ketahui tumbuh lagi, serta makin hari makin kuat seiring berjalannya waktu.

Hendra ajakku untuk menikah di bawah tangan, dengan fakta Hendra tidak ingin lagi berpisah dengan ku. Kata Hendra permasalahan dengan istri pertama nya tidak perlu saya pikir. Dengan Fakta sebab cinta serta tidak ingin di pisahkan, akupun siap dinikahi oleh Hendra walau di bawah tangan serta dengan cara rahasia.

Bila kami menikah tertera di Kantor Kepentingan Agama, kami akan bermasalah dengan administrasi yang menyusahkan. Pada akhirnya sesudah satu tahun hubungan kami, Hendra menikah dengan saya dalam suatu Pesantren di pelosok Desa.

Sesudah menikah dengan Hendra, saya tetap tinggal di dalam rumah warisan orangtua ku bersama-sama anak-anakku dari hasil , serta Hendra tetap tinggal bersama-sama istri pertama kalinya. Hendra tidak dapat tinggal bersama-sama di dalam rumah ku, dengan fakta takut istri pertama nya berprasangka buruk Hendra sudah menikah lagi.

Janji Hendra sebelum menikah dengan ku, Hendra akan adil dalam segalanya, akan adil dalam memberikan nafkah dengan cara lahir serta bathin. Rupanya semuanya tidak saya rasakan. Hendra cuma kerumah ku dengan cara diam-diam waktu jam istirahat kantor saja. Hendra tidak sempat menginap dirumahku. Serta saya sedih dengan sikap tidak adil Hendra padaku.


 

Postingan populer dari blog ini

Their arrangements are actually readied to expire on Jan. 23. Blizzard claimed brand-brand new purchases

Apakah Bercerai Itu Tabu? (Bagian Enam)

He recounted the story to Feifer when they met on location, and it transpired that the book Hopkins